Postingan

I GUSTI NGURAH RAI,KOMANDAN YANG MENGHARGAI ANAK BUAHNYA

Gambar
I GUSTI NGURAH RAI,KOMANDAN YANG MENGHARGAI ANAK BUAHNYA Kisah Overste I Gusti Ngurah Rai sudah banyak yang tahu. Komandan Ciung Wanara ini dikenal sangat dekat dengan anak buah juga jago silat. Gugurnya beliaupun sangat terhormat buat ukuran sampai kapanpun! Ada satu kisah yang buat saya relevan banget dengan kondisi sekarang. Saat tekanan pasukan Belanda semakin ketat dan masif pada pasukan Ciung Wanara ini. Makin sering pula markas komando pasukan ini pindah-pindah untuk menghindari sergapan pasukan lawan. Dari sekian banyak anggota pasukan Overste I Gusti Ngurah Rai rupanya tidak semua Orang Bali, ada juga yang muslim dan non Bali bahkan ada yang orang Jepang yang membelot dan berjuang bersama pasukan Ciung Wanara ini. Dalam satu desa yang dekat markas pasukan ciung wanara ini pernah satu kejadian unik. Saat itu sang komandan masih bincang-bincang dengan beberapa stafnya saat ada satu anak buah berlari mendekati pondok yang dijadikan markas pasukan. “Lapor pak, ada patr...

Akhir Dari Kapal Yamato Jepang Dalam Perang Dunia 2

Gambar
Akhir dari Kapal Yamato yang di hantam Bom dan torpedo dari 386 pesawat Pada tahun 1940 Yamato keluar dari sarang dan siap bertugas di medan laga. Pada tahun 1945 saat Yamato ditugaskan sebagai benteng pertahanan terakhir Jepang di laut, dan meriamnya pun ditambah: 162 meriam kaliber 25 mm AA, 24 meriam kaliber 12,7 cm, 4 meriam kaliber 13 mm AA, dan 7 buah alat pelontar pesawat. Yamato yang sempat menjadi flagshipAdmiral (Laksamana) Yamamoto, pernah terlibat pertempuran di Midway, Battle of Philipina Sea, Battle of Leyte Gulf dan Battle of Samar. Kehebatan Yamato yang dilukiskan oleh AL Jepang sebagai kapal perang yang tidak mungkin ditenggelamkan itu makin dahsyat lagi ketika Yamato dilengkapi radar pencari pesawat dan kapal musuh. Kehebatan Yamato memang terbukti, sejumlah bom dan torpedo yang menghantam badannya hanya menimbulkan kerusakan ringan. Pertempuran terakhir yang dialami Yamato adalah ketika berusaha mepertahankan kepulauan Okinawa pada akhir 1945 di pengujung Per...

Kota Mati di Prancis setelah Perang Dunia II

Gambar
 #JejakSejarah.  Terdapat kota mati di Haute Vienne, sekitar 412 km sebelah selatan Paris Perancis, kota itu bernama Oradour-sur-glane, bekas peristiwa Perang Dunia II. Kota ini benar-benar tidak berpenghuni sejak 10 Juni 1944. Sebenarnya ini adalah sebuah desa, namun karena luasnya yang cukup besar, orang-orang menyebutnya kota.  Kota Oradour ini sebenarnya sebuah desa yang damai, namun pada saat perang dunia II, masuklah tentara Narji menyerbu, seluruh bangunan rumah porak poranda dan 642 penduduk desa mati sia-sia dalam serangan brutal itu. Dikabarkan, tak ditemukan satupun penduduk yang selamat pada saat itu. Desa itu dibiarkan tak berpenghuni, tak ada masyarakat yang mau tinggal disana dan membangunnya kembali, maka yang terlihat adalah bangunan tua yang rusak dan terdapat banyak bekas2 mobil yang hancur karena hantaman senjata Narji, seperti mobil dalam foto ini adalah milik Dokter Desourteaux yang sempat merawat para penduduk yang terluka. Selain itu juga bisa dite...

JEJAK ACEH DI TANAH ARAB

Gambar
JEJAK ACEH DI TANAH ARAB “Asyi”, sebutan marga Aceh dikalangan orang Arab. Gelar Asyi ini adalah merupakan sebuah pengakuan identitas bagi setiap orang Aceh di Arab Saudi yang terhormat, sehingga gelar “al-Asyi” ini kemudian bisa dikatakan sebagai salah satu marga Aceh yang wujud di Tanah Arab. Sebutan negeri Aceh adalah tidak asing bagi sebagian orang Arab walaupun sekarang hanyalah salah satu propinsi di negeri ini. Karena itu, saya memandang bahwa martabat orang Aceh di Arab Saudi sangat luar biasa. Sejauh ini, gelar ini memang tidak begitu banyak, namun mengingat kontribusi para Asyi ini pada kerajaan Saudi Arabia, saya berkeyakinan bahwa ada hubungan yang cukup kuat secara emosional antara tanah Arab ini dengan Serambinya, yaitu Aceh. Banyak sekali orang Arab keturunan Aceh mendapat kedudukan bagus di kerajaan Saudi Arabia seperti alm Syech Abdul Ghani Asyi mantan ketua Bulan Sabit Merah Timur Tengah, Alm Dr jalal Asyi mantan wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi, DR Ahmad As...